Kendari – Rapat Paripurna pengusulan pemberhentian Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Tariala, berakhir ricuh. Salah seorang warga mengamuk hingga naik ke kursi pimpinan usai sidang ditunda lantaran sejumlah anggota dan pimpinan dewan tidak hadir.
“Saya tadi hanya naik ke atas lalu duduk, dan mempertanyakan kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Sultra,” kata warga bernama Muttaqin kepada detikcom, Senin (24/8/2026).
Peristiwa itu terjadi di ruang rapat paripurna DPRD Sultra, Senin (24/8) sekitar pukul 11.00 Wita. Muttaqin mengaku kecewa karena rapat paripurna yang dinilai menyangkut kepentingan masyarakat kembali tidak dapat dilaksanakan atau ditunda.
“Ketidakhadiran pimpinan dan anggota DPRD dalam rapat paripurna merupakan bentuk ketidakseriusan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” katanya.
Menurut dia, rapat tersebut sudah beberapa kali ditunda karena tidak kuorum. Padahal, kata dia, anggaran yang digunakan DPRD merupakan anggaran rakyat sehingga setiap agenda rapat seharusnya dihadiri dan diselesaikan.
“Ini sudah empat kali tidak kuorum. Ini anggaran rakyat yang dipakai. Masa sampai hari ini tidak ada hasil. Hadir saja, tinggal tunggu hasilnya,” bebernya.
Muttaqin juga mempertanyakan tanggung jawab anggota DPRD Sultra yang tidak menghadiri rapat. Dia menilai ukuran kinerja anggota DPRD salah satunya dapat dilihat dari kehadiran dalam rapat paripurna.
“Agendanya tadi tentang pengumuman pergantian DPRD dan perubahan APBD, masa tidak hadir. Terus tanggung jawabnya mereka apa? Karena ukuran variabel DPR itu rapat paripurna. Kalau rapat paripurna tidak hadir, apa gunanya,” ucapnya.
Dia juga menduga terdapat upaya tertentu untuk menunda pelaksanaan rapat paripurna tersebut. Namun, dugaan tersebut merupakan penilaian dari dirinya dan perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
“Saya duga ada upaya cawe-cawe Tariala untuk menunda rapur (rapat paripurna). Bahkan sampai 4 kali tidak kuorum,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Sultra La Ode Frebi Rifai yang dikonfirmasi terkait aksi Muttaqin menduduki kursi pimpinan dalam rapat paripurna pengusulan penghentian Tariala belum memberikan respons.
Dari video dilihat detikcom, tampak Muttaqin mengenakan kemeja hitam naik ke atas panggung meja pimpinan dan duduk. Ia kemudian mempertanyakan kurangnya anggota DPRD dalam rapat paripurna tersebut.
Tak berselang lama sejumlah pegawai Sekretariat Dewan menghampiri Muttaqim. Pegawai meminta Muttaqim turun dan membawanya keluar ruangan rapat paripurna.






