KENDARI – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Muh. Syaipul Haq Tasmuin, mengajak seluruh mahasiswa, khususnya Unsultra, agar bijak dalam menggunakan media sosial.
Selain itu, tidak mudah percaya dan terprovokasi terhadap berita bohong (hoaks), fitnah dan ujaran kebencian yang beredar di ruang digital.
Ia mengimbau mahasiswa untuk lebih cermat dalam menerima setiap informasi, dengan terlebih dahulu memeriksa kebenaran dan sumber informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain.
“Ini penting dilakukan agar mahasiswa tidak ikut terlibat dalam penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” katanya, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang bermanfaat, memperluas wawasan, serta membangun komunikasi yang positif. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta menghindari penyebaran konten yang mengandung fitnah maupun ujaran kebencian.
Melalui imbauan tersebut, ia berharap mahasiswa dapat menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab, sekaligus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif. (cs)






