iklan cs 970x250
NASIONAL

Kemhan Tak Ingin Ada WNI Mencontoh Eks Marinir Satria Arta Kumbara

91
×

Kemhan Tak Ingin Ada WNI Mencontoh Eks Marinir Satria Arta Kumbara

Sebarkan artikel ini
Kepala Biro Info Pertahanan (Infohan) Setjen Kemenhan RI, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang ditemui di Kantor Kemenhan, Jakarta, Rabu (16/4/2025).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

JAKARTA – Pemerintah tidak ingin ada warga negara Indonesia (WNI) lainnya yang mengikuti jejak mantan marinir TNI, Satria Arta Kumbara, menjadi tentara bayaran di negara lain.

“Kita tidak berharap hal ini terulang di masa depan sehingga masyarakat harus berhati-hati apabila ada tawaran-tawaran serupa,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, di kantor Kemhan RI, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Perkembangan terbaru, Satria Arta Kumbara meminta Indonesia tidak mencabut status kewarganegaraannya. Kemhan RI menyerahkan keputusan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Tentu kita ikut arahan Presiden,” ujar Frega.

Frega menjelaskan, saat ini Satria Arta Kumbara sudah tidak lagi menjadi TNI aktif dan Kemenhan telah menyerahkan komunikasi dengan yang bersangkutan kepada Kementerian Luar Negeri.

“Dan dia kan statusnya sudah bukan lagi aktif sebagai prajurit TNI, kita ikut arahan pimpinan saja karena saat ini kan aktivitasnya terlibat dalam konflik antara Rusia dan Ukraina,” tutur Frega.

Satria minta status WNI tak dicabut

Status kewarganegaran Indonesia Satria terancam dicabut. Satria memohon agar itu tidak dilakukan oleh Indonesia.

Melalui akun TikTok @zstorm689 pada Minggu (20/7/2025), Satria menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Dalam pesannya, Satria memohon maaf atas ketidaktahuannya yang menyebabkan pencabutan status kewarganegaraan Indonesia akibat kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

“Mohon izin Bapak. Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” ujar dia.

Satria menegaskan tidak pernah berniat mengkhianati negara. Keputusan untuk bergabung dengan militer asing semata-mata didorong oleh kebutuhan ekonomi.

“Saya tidak ingin kehilangan kewarganegaraan saya, karena kewarganegaraan Republik Indonesia adalah segala-galanya bagi saya dan tidak ternilai harganya,” tuturnya di videonya. (kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *