iklan cs 970x250
DAERAH

Kemenag Tetapkan 1.027 Peserta STQH Nasional XXVIII di Kendari

106
×

Kemenag Tetapkan 1.027 Peserta STQH Nasional XXVIII di Kendari

Sebarkan artikel ini
1.027 Peserta Siap Mengikuti STQH Nasional XXVIII di Kendari, Sulawesi Tenggara (dok. kemenag.go.id)

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan sebanyak 1.027 peserta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadis (STQH) Nasional XXVIII yang akan berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 9–19 Oktober 2025.

Jumlah tersebut terdiri atas 663 peserta inti dan 364 peserta cadangan yang akan berkompetisi di berbagai cabang lomba.

Penetapan peserta dilakukan oleh Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi, dalam Technical Meeting dan Penetapan Peserta STQH Nasional XXVIII yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Rabu 20 Agustus 2025.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan STQH bukan sekadar ajang lomba, melainkan ruang kaderisasi generasi Qur’ani.

“STQH menjadi momentum penting bagi kita untuk menyiapkan kader penerus bangsa. Selain syiar, ajang ini juga menjadi sarana membumikan ajaran agama di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zayadi, proses seleksi peserta dilakukan secara ketat dan berjenjang melalui aplikasi e-MTQ. Pendaftaran dibuka pada 1–30 Juni 2025 dengan total 1.107 calon peserta.

Selanjutnya, tahap verifikasi administrasi dan data kependudukan berlangsung pada Juli–Agustus 2025.

“Dari proses verifikasi, terdapat 56 calon peserta didiskualifikasi karena masalah domisili dan dokumen, sementara 24 orang mengundurkan diri. Hasil akhir menetapkan 663 peserta inti dan 364 peserta cadangan yang berhak tampil di Kendari,” jelasnya.

Dari total peserta inti, 663 orang tersebut terbagi dalam empat cabang lomba:

  • Seni Baca Al-Qur’an diikuti 142 peserta.

  • Hafalan Al-Qur’an menjadi cabang terbanyak dengan 324 peserta.

  • Tafsir Al-Qur’an diikuti 44 peserta.

  • Musabaqah Hafalan Al-Hadis diikuti 153 peserta.

    Zayadi menambahkan, manajemen penyelenggaraan MTQ dan STQH juga mendapat apresiasi tinggi dalam forum Manajemen Talenta Nasional yang digelar Kementerian Kebudayaan bersama sejumlah kementerian.

    “Manajemen STQH dinilai paling terstruktur dibanding bidang lain, karena berlangsung berjenjang dari tingkat desa hingga internasional. Ini yang membuat para pejabat kementerian memberikan apresiasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *