KENDARI, Cerminsultra.com –Pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa Tahun 2026 dalam rangka hari raya Idul Fitri 1447 H oleh Polda Sulawesi Tenggara berakhir.
Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 13 – 24 Maret 2026 itu berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 14 persen dari tahun sebelumnya.
Turunnya angka laka lantas dibarengi dengan angka pelanggaran lalu lintas yang menurun drastis hingga 79 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara arus mudik tercatat meningkat. Lonjakan jumlah pemudik terjadi di berbagai jalur, yakni darat naik 15 persen, laut 19 persen, dan udara 23 persen.
Dirlantas Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus bukti efektivitas langkah preemtif, preventif, dan represif yang dilakukan jajaran kepolisian.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kesiapan personel di lapangan, optimalisasi pos pengamanan dan pos pelayanan, serta penerapan rekayasa lalu lintas di titik rawan kepadatan dan kecelakaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, keberhasilan operasi turut didukung sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan.
Sejumlah kebijakan strategis seperti program mudik gratis, pembatasan kendaraan angkutan berat, hingga penerapan Work From Anywhere (WFA) dinilai berkontribusi besar dalam mengurai kepadatan arus lalu lintas.
Meski demikian, akan tetap dilakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, seperti kepatuhan pengguna jalan di titik tertentu serta pengelolaan arus saat puncak pergerakan.
“Ke depan, kami berharap kesadaran dan disiplin masyarakat semakin meningkat agar tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar secara berkelanjutan” tuturnya.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan masyarakat atas dukungannya sehingga Operasi Ketupat Anoa 2026 berjalan sukses,” tambah Dir Lantas. (mn)






