KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai menyiapkan langkah strategis menuju penerapan sistem kebersihan baru yang berbasis kecamatan dan kelurahan.
Program ini merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan kerja (kunker) dan studi tiru Wali Kota Kendari, bersama para camat serta perangkat daerah ke Desa Penglipuran, Bali, daerah yang sukses mengelola kebersihan secara mandiri.
Wali Kota Siska Karina Imran menegaskan, bahwa sistem baru ini akan lebih efektif, jika dimulai dengan pembentukan pilot project di setiap kecamatan.
Setiap kecamatan diwajibkan menunjuk satu kelurahan sebagai lokasi percontohan, sebelum sistem tersebut diterapkan secara menyeluruh di 2026 mendatang.
“Langkah awal ini penting agar kita memiliki contoh yang jelas dan bisa menjadi acuan. Setiap kecamatan wajib memiliki satu kelurahan pilot project yang akan menjalankan sistem pengelolaan kebersihan baru. Dari sana, kita bisa menilai dan memperbaiki sebelum diterapkan di seluruh kelurahan,” ujar Siska Karina Imran, Rabu (29/10).
Menurutnya, kebijakan ini bukan semata urusan teknis, melainkan upaya membangun kesadaran dan budaya baru dalam menjaga lingkungan. Karena itu, ia menekankan pentingnya komitmen dan ketulusan para lurah dan perangkat di lapangan.
“Kalau ada lurah yang merasa belum siap, sampaikan saja, supaya bisa diganti. Karena urusan kebersihan ini harus dijalankan dengan hati. Kita harus ikhlas, sabar, dan tenang, karena pasti akan ada tantangan di lapangan,” bebernya.
Wali Kota juga mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintahan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat selama proses penerapan sistem baru ini. Ia menekankan bahwa komunikasi yang santun dan empati menjadi kunci keberhasilan program.
“Yang penting, tetap jadi pemanis bagi masyarakat. Jangan bicara kasar, karena ini tentang pelayanan publik. Kalau kita melayani dengan hati, masyarakat juga akan ikut bergerak menjaga lingkungannya,” imbuhnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi besar dalam pengelolaan sampah di Kota Kendari. Dengan percontohan yang berjalan baik di tingkat kelurahan, pemerintah optimistis sistem baru ini akan mampu menciptakan kota yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan pada tahun 2026. (beritakota)






