iklan cs 970x250
DAERAH

Gubernur Sultra: Sinergitas Pemda dengan Kepolisian jadi Kunci jaga Stabilitas Keamanan

615
×

Gubernur Sultra: Sinergitas Pemda dengan Kepolisian jadi Kunci jaga Stabilitas Keamanan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka saat menghadiri malam ramah tamah Kapolda Sultra di Claro Hotel Kendari, Rabu malam (20/5/2026).

KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya memperkuat sinergi bersama jajaran kepolisian guna menjaga stabilitas daerah di tengah pesatnya geliat investasi dan pembangunan strategis di Bumi Anoa.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka saat menghadiri malam ramah tamah Kapolda Sultra di Claro Hotel Kendari, Rabu malam (20/5/2026).

Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada Himawan Bayu Aji atas pelantikannya sebagai Kapolda Sultra yang baru. Ia meyakini pengalaman dan kapasitas yang dimiliki Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji mampu melanjutkan sekaligus memperkuat capaian positif kepolisian di Sulawesi Tenggara.

“Sinergi pemerintah daerah dan kepolisian menjadi kunci penting menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan pembangunan berjalan optimal,” ujar gubernur.

Di hadapan jajaran Forkopimda dan tamu undangan, Andi Sumangerukka juga memaparkan potensi besar Sulawesi Tenggara sebagai daerah kepulauan yang kaya sumber daya alam. Menurutnya, Sultra memiliki kekuatan strategis di sektor pertanian, pertambangan, kelautan dan perikanan, hingga pariwisata.

Ia menyoroti posisi Sultra sebagai salah satu daerah penghasil nikel terbesar di dunia, disertai potensi emas, perak, dan mineral lainnya yang kini menjadi magnet investasi nasional maupun internasional. Namun di balik besarnya potensi tersebut, stabilitas keamanan dan kepastian daerah dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor.

Selain kaya sumber daya alam, gubernur menegaskan Sulawesi Tenggara juga dikenal sebagai daerah multikultural yang menjunjung tinggi keberagaman. Empat suku utama yakni Tolaki/Mekongga, Buton, Muna, dan Moronene hidup berdampingan dengan berbagai etnis nusantara lainnya dalam suasana harmonis.

Kondisi itu menjadikan Sulawesi Tenggara kerap disebut sebagai miniatur Indonesia, sekaligus menjadi modal sosial penting dalam menjaga persatuan di tengah dinamika pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih lanjut, gubernur menegaskan pemerintah daerah saat ini tengah fokus menjalankan agenda pembangunan untuk mewujudkan visi Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, ia optimistis seluruh hambatan dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor.

Karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Menurut gubernur, stabilitas keamanan bukan sekadar urusan aparat, tetapi menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan. (bumisultra.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *