iklan cs 970x250
DAERAH

Ketua PMT Sultra: Polri Perlu Didukung, Stabilitas Bangsa Tanggung Jawab Bersama

142
×

Ketua PMT Sultra: Polri Perlu Didukung, Stabilitas Bangsa Tanggung Jawab Bersama

Sebarkan artikel ini
Ketua Perkumpulan Masyarakat Tolaki (PMT) Sulawesi Tenggara (Sultra), Supriyadin.

KENDARI, Cerminsultra.com – Ketua Perkumpulan Masyarakat Tolaki (PMT) Sulawesi Tenggara (Sultra), Supriyadin mengapresiasi kinerja Polri.

Hal itu Dia sampaikan bertepatan dengan momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada 20 Mei 2025.

Polri katanya telah menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan berbagai tantangan yang dihadapi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Kita sangat butuh Polri, untuk itu kinerja Polri perlu kita dukung demi terciptanya stabilitas keamanan,” kata Supriyadin, Selasa (20/5/2025) di Kendari.

Polri juga katanya merupakan instansi negara yang memiliki tugas penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu butuh dukungan dari masyarakat agar tetap professional dan humanis.

“Di tengah kompleksitas tantangan sosial dan dinamika politik yang ada, menurut saya Polri perlu terus didukung agar tetap profesional dan humanis dalam menjalankan tugas,” ujar Supriyadin.

Sebagai tokoh masyarakat yang dikenal aktif menyuarakan isu-isu adat dan sosial, Supriyadin menyampaikan bahwa sikap kritis terhadap kebijakan negara adalah bagian dari demokrasi. Namun dalam konteks Hari Kebangkitan Nasional, semangat persatuan dan kolaborasi antara elemen masyarakat dan aparat negara perlu dikedepankan.

“Kami di PMT Sultra selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat Tolaki, termasuk dalam menyampaikan aspirasi secara santun dan bermartabat. Momentum Harkitnas ini kami jadikan pengingat bahwa membangun negeri membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk dengan institusi seperti Polri,” tambahnya.

Dia juga berharap agar komunikasi antara kepolisian dan kelompok masyarakat adat dapat terus dibangun secara terbuka, demi terciptanya situasi yang kondusif dan inklusif. (ll)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *