KENDARI, Cerminsultra.com – Eks anggota Negara Islam Indonesia (NII), Ken Setiawan mengatakan, bahwa ideologi khilafah sangat berbahaya di Indonesia karena ideologi ini pada dasarnya anti terhadap Pancasila.
Hal itu disampaikan Ken Setiawan saat menjadi pemateri dalam Forum Group Discussion (FGD) tentang Problematika Ideologi Khilafah dalam Bingkai NKRI yang berlangsung secara live di aula TVRI Kendari pada Jumat (14/2/2025).
Acara yang dihadiri para tokoh agama, Masyarakat dan akademisi itu juga menghadirkan pemateri yakni Muhammad Arifin dari Universitas Sembilanbelas November, Kab. Kolaka.
Menurutnya, masyarakat harus kritis terhadap fenomena di sekitar kita karena saat ini banyak ancaman dan hambatan yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan diantaranya adalah ideologi khilafah. Mereka akan memaksakan Indonesia harus berdiri sebuah negara berdasarkan hukum khilafah islam.
Ideologi tersebut katanya pada dasarnya anti terhadap Pancasila karena menganggap Pancasila adalah buatan manusia.
“Ini berbahaya dan ini tugas kita bersama karena melakukan kegiatan-kegiatan seolah olah bagus, misalnya interprener, pelatihan-pelatihan yang pada akhirnya akan menyusupkan pemahaman-pemahaman itu sedikit demi sedikit,” kata Ken.
“Jadi ini seperti virus dan menurut saya ini berbahaya karena ketika mereka menanamkan kebencian terhadap Pancasila, terhadap kebhinekaan di Indonesia maka ini menjadi pintu gerbang menjadi radikal dan mengarah pada aksi-aksi terorisme,” tambah penulis buku berjudul Tuhan Kita Sama itu.
Dalam kesempatan itu, Ken juga berbagai bagaimana tips agar kita terhindar dari paham-paham intoleran dan radikalisme yaitu kita belajar bagaimana tentang Pancasila, mulai dari sila pertama hingga kelima.
“Saya rasa kalau seluruh masyarakat, pemerintah mengaplikasikan nila-nilai Pancasila dan konsep beragama sejatinya adalah menghadirkan Tuhan dalam realsiasi kehidupan, saya rasa Indonesia akan aman dan nyaman, walaupun latar belakang kita berbeda,” tuturnya.
Dalam FGD juga berkembang dalam sesi tanya jawab agar Kanwil Kementerian Agama Sultra dapat menyelenggarakan sosialisasi maupun diskusi-diskusi seperti ini dengan pesertanya para kaum karena paham ini banyak menyasar pada kaum muda. (mn)






