iklan cs 970x250
DAERAH

Kendari Jadi Tuan Rumah Forum UCLG ASPAC 2026, 20 Negara Pasifik Bakal Terlibat

95
×

Kendari Jadi Tuan Rumah Forum UCLG ASPAC 2026, 20 Negara Pasifik Bakal Terlibat

Sebarkan artikel ini
TINJAU LOKASI - Wali Kota Kendari, dr Hj Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota, Sudirman mendampingi Sekjen UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, meninjau tiga lokasi utama yang direncanakan masuk dalam rencana kunjungan tamu UCLG ASPAC 2026, Selasa (9/12/2025).

KENDARI – Kota Kendari ditunjuk menjadi tuan rumah United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum Tahun 2026.

Agenda internasional ini akan diselenggarakan pada Juli 2026, dengan tema Advancing Sustainable Tourism for a Resilient Future and Inclusive Economic Growth.

Event ini akan menghadirkan delegasi lebih dari 20 negara Asia Pasifik, termasuk negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari usai penunjukan resmi sebagai tuan rumah, menggelar rapat persiapan perdana, Selasa (9/12/2025).

Rapat berlangsung di Balai Kota Kendari, Jalan Jend Ahmad Yani, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga.

Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Wagub Sultra), Hugua, dan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi.

Adapun pembahasan dalam rapat, di antaranya kesiapan lokasi penyelenggaraan, agenda forum, peluang kerja sama internasional.

Selanjutnya, skema investasi lintas sektor termasuk pariwisata, perikanan, kesehatan, industri, dan pengelolaan lingkungan.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan penunjukan Kendari sebagai tuan rumah merupakan kepercayaan internasional yang harus dijawab dengan persiapan matang.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Sekjen UCLG ASPAC dan jajaran yang telah memberikan kesempatan ini kepada Kota Kendari,” mulai Siska dalam sambutannya.

“Kami juga menyampaikan apresiasi atas dukungan tanpa henti dari Bapak Wagub Sultra, Hugua, dan Kadis Pariwisata Provinsi,” ujarnya menambahkan.

Siska Karina Imran memastikan pihaknya bergerak cepat melalui pembentukan struktur pelaksana.

“Ini momentum besar, peluang besar, dan kami akan bekerja keras menyiapkan seluruh teknis dan pelaksanaannya. Kami mulai hari ini membentuk tim khusus yang melibatkan pemerintah provinsi, akademisi, dan unsur masyarakat,” jelasnya.

Siska menekankan prinsip kolaboratif sebagai pondasi suksesnya penyelenggaraan event berskala internasional ini.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Forum ini harus inklusif dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Jika dalam penerimaan hari ini ada kekurangan, kami mohon maaf,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wagub Sultra, Ir Hugua, mengatakan keberhasilan Kota Kendari mendapatkan mandat sebagai tuan rumah bukan proses sederhana.

“Kenapa saya bilang tepuk tangan untuk Wali Kota dan Wakilnya? Karena peristiwa seperti ini tidak mudah. Ini terwujud karena komitmen kepemimpinan.”

“Saya sendiri tidak pernah membayangkan event sekelas ini bisa berlangsung di Kota Kendari, dan ini momentum Kendari mendunia,” ucap Hugua dalam sambutannya.

Mantan Bupati Wakatobi itu menegaskan bahwa forum global ini merupakan hasil kompetisi ketat di tingkat dunia.

“Untuk mendapatkan kepercayaan seperti ini tidak mudah. Ratusan kota dunia berkompetisi. Ini dunia, bukan kaleng-kaleng. Jadi ini saatnya Kendari tampil diperhitungkan,” jelasnya.

“Kalau pembangunan fisik mungkin kita kalah. Tapi budaya dan kearifan lokal, itu kekuatan kita. Itu yang akan membuat dunia melihat Kendari berbeda,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, dalam sambutannya mengatakan keberhasilan Kota Kendari ditentukan oleh sinergi antara pemangku kepentingan.

“Kota dan provinsi harus bergerak bersama, karena dengan sinergi yang kuat event ini bisa sukses di Kendari pada 2026. Senang sekali saya bisa berada di sini, dan ini pertama kali saya datang ke Kendari,” ujar Bernadia.

Lebih jauh, ia menjelaskan posisi strategis organisasi yang dipimpinnya yang telah melibatkan ratusan ribu pemerintah daerah di 144 negara.

“Kalau PBB memiliki 198 negara anggota, UCLG melibatkan 250.000 pemerintah daerah di 144 negara. Karena itu saya bilang, ini bukan organisasi kecil, ini organisasi besar. Dan Asia Pasifik adalah yang terbesar karena mencakup India, Cina, dan Indonesia,” jelasnya.

Bernadia menuturkan penyelenggaraan forum internasional ini akan mendorong eksposur global Kota Kendari.

“Mungkin Kendari belum dikenal dalam global mapping, tapi dengan menjadi anggota UCLG ASPAC dan menjadi tuan rumah, Kendari masuk dalam peta 144 negara. Biasanya kalau kota sukses sekali menjadi tuan rumah, maka peluang untuk event berikutnya terbuka,” paparnya.

“Saya sarankan dibentuk steering committee lintas instansi. Semua dinas bergerak. Tidak perlu event organizer besar, cukup koordinasi kuat dan eksekusi tepat. Media juga harus aktif karena momentum ini sangat strategis,” jelasnya.

Tinjau 3 Destinasi Wisata

Usai rapat persiapan, Wali Kota Kendari, dr Hj Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota, Sudirman mendampingi Sekjen UCLG ASPAC meninjau tiga lokasi utama yang direncanakan masuk dalam rencana kunjungan tamu UCLG ASPAC.

Kepala Bappeda, Kadis Kominfo bersama Kepala OPD terkait lainnya, turut serta dalam peninjauan tersebut.

Kegiatan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan destinasi wisata yang akan menjadi bagian dari rangkaian kunjungan delegasi internasional.

Kunjungan dimulai dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Papalimba Puday–Lapulu, berlanjut ke Pantai Nambo, dan ditutup dengan survei ke Kebun Raya Kendari.

Di setiap titik, Siska memberikan penjelasan langsung mengenai kondisi aktual destinasi.

Mulai dari infrastruktur pendukung, potensi pengembangan, hingga daya tarik yang dinilai relevan untuk dipromosikan kepada peserta forum dari berbagai negara.

Ia menekankan kesiapan ini penting agar Kendari dapat tampil sebagai kota yang ramah, menarik, dan berdaya saing di mata komunitas internasional.

Menurutnya, penunjukan Kendari sebagai tuan rumah bukan sekadar kehormatan, tetapi peluang besar untuk menunjukkan perkembangan kota serta memperluas jejaring kerja sama global.

Ia juga berharap seluruh perangkat daerah dapat mengambil peran aktif agar agenda internasional ini berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Momentum UCLG ASPAC 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Kendari dalam peta kota-kota berkembang di kawasan Asia Pasifik.

Selain membuka pintu kolaborasi, forum ini dinilai mampu mendorong promosi wisata, investasi, hingga pertukaran gagasan pembangunan berkelanjutan.

Pemkot Kendari menargetkan persiapan rampung secara bertahap mulai akhir tahun ini, sehingga seluruh lokasi dapat siap menyambut delegasi dari berbagai negara. (tribunnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *