KENDARI – Kafilah STQH Nasional ke-28 mulai memadati Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk registrasi dan verifikasi peserta, menandai dimulainya kompetisi Al-Quran dan Hadis yang dinanti.
Kafilah Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 tahun 2025 telah memulai kedatangan mereka di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Para peserta tiba untuk melakukan proses registrasi awal di Aula Asrama Haji Kendari.
Kedatangan para kafilah disambut langsung oleh panitia registrasi pada Kamis, 09 Oktober, untuk masing-masing cabang lomba yang akan dipertandingkan. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, Muhammad Saleh, mengonfirmasi kelancaran proses ini.
Proses pendaftaran dan verifikasi peserta dilakukan secara modern melalui platform digital e-MTQ. Langkah ini diambil guna memastikan akurasi data serta integritas seluruh rangkaian kompetisi.
Inovasi Registrasi Digital untuk Akurasi Data STQH Nasional
Muhammad Saleh menjelaskan bahwa sistem pendaftaran e-MTQ menjadi tulang punggung proses registrasi. Platform ini dirancang untuk mempermudah dan mempercepat verifikasi peserta yang datang.
Setiap peserta harus melalui pemeriksaan administrasi yang ketat dan masa sanggah. Hal ini bertujuan untuk menjamin kesesuaian domisili dan keabsahan data.
“Proses berlapis tersebut lah yang menjadi bukti konkret bahwa manajemen talenta Qurani di Indonesia terprogram,” kata Muhammad Saleh. Pernyataan ini menegaskan komitmen terhadap kualitas dan transparansi.
Integrasi teknologi dalam proses ini tidak hanya meningkatkan efisiensi. Namun juga memperkuat kepercayaan publik terhadap hasil kompetisi STQH Nasional.
Ragam Cabang Lomba Menarik di STQH Nasional ke-28
STQH Nasional ke-28 akan menyajikan beragam cabang lomba yang menantang dan inspiratif bagi para peserta. Salah satunya adalah Musabaqah Cabang Seni Baca Al-Qur’an, dengan golongan Tilawah anak-anak dan dewasa.
Kompetisi hafalan Al-Quran juga sangat bervariasi, mencakup golongan 1 juz dan tilawah, serta golongan 5 juz dan tilawah. Peserta juga dapat bersaing di golongan 10 juz dan 20 juz.
Lebih lanjut, terdapat Musabaqah hafalan Al-Qur’an dan tafsir Al-Qur’an untuk golongan 30 juz dan tafsir bahasa Arab. Ini menunjukkan kedalaman materi yang diujikan.
Tidak hanya Al-Quran, cabang hadis juga menjadi fokus dengan lomba hafalan 100 hadis dengan sanad dan 500 hadis tanpa sanad. Musabaqah Cabang Hadis golongan Karya Tulis Ilmiah Hadis juga akan diadakan.
Kafilah dari Berbagai Wilayah dan Lokasi Strategis Pelaksanaan
Hingga saat ini, beberapa provinsi telah mengonfirmasi kehadiran dan menyelesaikan proses registrasi. Kafilah yang telah terdaftar berasal dari Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Papua Selatan, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.
Pelaksanaan STQH Nasional 2025 akan memanfaatkan beberapa lokasi atau venue yang berbeda di Kendari. Ini dirancang untuk menampung seluruh rangkaian kegiatan dengan optimal.
Lokasi-lokasi tersebut meliputi Aula IAIN Kendari, Aula Kemenag Sultra, Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, dan Aula Inspektorat Sultra. Setiap venue akan digunakan sesuai dengan kebutuhan cabang lomba.
Kawasan Eks MTQ Kendari ditetapkan sebagai pusat kegiatan utama STQH Nasional. Lokasi ini akan menjadi titik sentral bagi berbagai acara dan seremoni penting. (merdeka.com)






