iklan cs 970x250
DAERAH

657 Rumah di Kota Kendari Terendam Banjir, Satu Anak Meninggal Terbawa Arus

33
×

657 Rumah di Kota Kendari Terendam Banjir, Satu Anak Meninggal Terbawa Arus

Sebarkan artikel ini
Uni Nasra (55), warga terdampak banjir di Kelurahan Lepo Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari mengevakuasi sejumlah barang yang hanyut dari dalam rumahnya(KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)

Kendari – Banjir merendam wilayah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD melaporkan sebanyak 657 unit rumah terendam dan sekitar 2.985 warga terdampak bencana.

Dilansir kantor berita Antara, Senin (11/5/2026), Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang mengatakan ratusan unit rumah yang terendam banjir tersebar di 15 titik lokasi. Dia menyebutkan banjir terparah melanda Kelurahan Kambu, yakni merendam 100 rumah di Jalan Mangkeray dan 76 bangunan di Jalan Hidayatullah.

“Menurut data sementara terdapat 15 titik lokasi banjir,” kata Cornelius Padang.

Kemudian di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, banjir merendam 153 unit rumah yang tersebar di lima RT. Kondisi tersebut terjadi akibat luapan air Sungai Wanggu.

“Sementara di Kelurahan Baruga terdapat 23 unit rumah yang terendam banjir di wilayah RT 7, RT 8, dan RT 19,” sebut Cornelius Padang.

Lalu di Kelurahan Poasia, banjir merendam 109 rumah di Jalan Kedondong dan Jalan Kampung Baru. Sementara di Kelurahan Wua-Wua, banjir melanda puluhan rumah yang tersebar di sembilan RT, serta 19 bangunan di Jalan La Ode Hadi, Lorong Veteran juga terendam banjir.

“Banjir juga melanda sejumlah titik di Kecamatan Kadia dan tiga lokasi di Kecamatan Abeli,” katanya.

Selain rumah, lahan pertanian sawah seluas 50 hektare di Kelurahan Baruga dan jalan di Kota Kendari juga rusak terdampak banjir. Cornelius Padang menambahkan enam rumah di Anduonohu dan satu unit di Kecamatan Kendari Barat rusak karena tertimpa tanah longsor.

Satu anak meninggal

Sementara itu, seorang anak berusia lima tahun berjenis kelamin laki-laki, Rangga ditemukan tidak bernyawa usai diduga terseret arus banjir yang melanda wilayah Kendari.

“Iya, korban ditemukan oleh seorang warga dalam kondisi meninggal dunia diduga korban terseret arus banjir di Kendari,” kata Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran dalam keterangannya.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Iwan (53) dalam kondisi sudah meninggal dunia di pesisir laut tepat di depan kantor Camat Kendari Barat, Minggu (10/5) sekitar pukul 10.00 WITA.

“Awalnya saksi hanya melihat ke arah laut, kemudian melihat sosok tubuh manusia, sehingga saksi mendekati untuk memastikan. Setelah itu, saksi melihat tubuh anak kecil yang sudah tidak bergerak,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan saksi lainnya, bahwa korban sempat terlihat bermain hujan bersama temannya sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Korban diduga meninggal dunia karena terbawa arus kali,” katanya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *