iklan cs 970x250
Trand

635 Penumpang di Bandara Halu Oleo Kendari Gagal ke Jakarta Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

53
×

635 Penumpang di Bandara Halu Oleo Kendari Gagal ke Jakarta Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pesawat

KENDARI – Sebanyak 635 penumpang di Bandara Halu Oleo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), gagal berangkat ke Jakarta, Senin (7/9/2026).

Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansah, mengatakan ratusan penumpang tersebut terdampak pembatalan empat penerbangan rute Kendari (KDI)-Jakarta (CGK).

Pembatalan penerbangan ini terjadi sebagai dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi operasional penerbangan di wilayah Jakarta.

Kondisi tersebut membuat operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) ditutup sementara sebagai langkah mitigasi dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.

Empat penerbangan dari Bandara Halu Oleo yang gagal berangkat yakni Pelita Air IP811, Citilink QG331, Batik Air ID6723, dan Garuda Indonesia GA605.

“Dari seluruh penerbangan tersebut, 22 penumpang Citilink QG331 dijadwalkan ulang untuk berangkat pada Selasa (8/9/2026),” kata Nurlansah saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com.

Sementara penumpang dari tiga penerbangan lainnya akan mendapat penanganan dari maskapai masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.

Penanganan dapat berupa penjadwalan ulang penerbangan atau pengembalian biaya tiket, menyesuaikan kebijakan setiap maskapai.

“Kami dari pihak Bandara Halu Oleo akan terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau kondisi serta memastikan penumpang terdampak mendapatkan penanganan,” tutur Nurlansah.

Ia menyampaikan untuk penerbangan rute Kendari-Jakarta, saat ini belum ada kepastian mengenai waktu normalisasi operasional.

Jadwal penerbangan akan menyesuaikan perkembangan kondisi keselamatan penerbangan dan informasi resmi dari otoritas penerbangan serta maskapai.

Calon penumpang diimbau memastikan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Selain itu, agar memantau informasi terbaru secara berkala karena jadwal dapat berubah mengikuti kondisi operasional.

“Keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional,” jelasnya. (tribunnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *