Kendari -Ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kota Kendari, Kamis (24/9/2026) menyatakan menolak segala bentuk kekerasan dan tawuran antar pelajar.
Dalam pernyataan yang disampaikan itu, para siswa turut didampingi Kepala Sekolah SMAN 4 Kendari Yakob Simson Barthimeus, S.Pd., M.Pd., M.M dan sejumlah tenaga pendidikan.
Himbauan ini disampaikan dalam rangka menyikapi viralnya beberapa sekolah di wilayah Sultra terlibat tawuran beberapa minggu kemarin.
Dalam kesempatan itu, Kepala SMAN 4 Kendari Yakob Simson Barthimeus, S.Pd., M.Pd., M.M mengimbau seluruh pelajar di Kota Kendari untuk tidak terlibat dalam aksi anarkis maupun tawuran antar pelajar yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, mengajak para siswa untuk menjaga persaudaraan, menghindari provokasi, serta menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang baik dan tidak menggunakan kekerasan.
Menurutnya, tawuran antar pelajar tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan orang lain, merusak fasilitas umum, serta mencoreng nama baik sekolah dan dunia pendidikan.
Termasuk dapat berurusan dengan hukum, jika aksi tawuran dapat menyebabkan adanya kerugian materil hingga korban jiwa.
Ia berharap seluruh pelajar dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, fokus pada pendidikan, serta menjadi generasi yang mampu menjaga nama baik keluarga, sekolah, dan Kota Kendari.
“Kami SMA Negeri 4 Kota Kendari menolak dan melawan dengan tegas bentuk tawuran dan kekerasan antar pelajar dan mari saling menjaga didunia pendidikan wilayah Sulawesi Tenggara,” kata kepala sekolah bersama para siswa. (cs)





https://addlinks.pro/vOyTc