iklan cs 970x250
DAERAH

Tak Sekedar Amankan Festival Liangkabori, Anggota Polres Muna Turut Kawal Pelestarian Budaya

275
×

Tak Sekedar Amankan Festival Liangkabori, Anggota Polres Muna Turut Kawal Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Penggagas sekaligus Founder Event Liangkabori Festival, Farlin, S.H bersama anggota Polres Muna.

MUNA, Cerminsultra.com – Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kini tidak lagi sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, insan Bhayangkara menunjukkan aksi nyata dengan terjun langsung mendorong pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berbasis budaya dan warisan sejarah, khususnya di Desa Liangkabori, Witeno Wuna.

Kontribusi aktif aparat kepolisian ini mendapat apresiasi mendalam dari berbagai pihak, termasuk dari penggagas sekaligus Founder Event Liangkabori Festival, Farlin, S.H. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi para tokoh Polri di daerah yang konsisten melakukan pembinaan masyarakat serta berpartisipasi aktif dalam memajukan desa wisata tersebut.

Garda Terdepan Pelestarian Warisan Sejarah

Salah satu sosok ikonik yang dikenal vokal dan aktif dalam gerakan ini adalah AKP Darul Aqsa, S.H., yang saat ini menjabat sebagai Kasi Propam Polres Muna. Perwira pertama polri ini dikenal dekat dengan masyarakat dan kerap menginisiasi diskusi-diskusi produktif bersama tokoh adat serta pemuda setempat untuk merumuskan program pengembangan seni budaya dan pariwisata sejarah di Bumi Wuna.

“Polisi tidak hadir hanya sebagai pengaman dalam event budaya, tetapi polisi tampil sebagai garda terdepan pelestarian budaya. Kami ikut serta dalam promosi karya-karya tradisional lokal warisan leluhur,” ujar AKP Darul Aqsa, S.H.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah ekosistem kebudayaan ini merupakan wujud nyata kedekatan institusi dengan akar rumput. Salah satu fokus yang ikut didorong adalah promosi Kampurui (ikat kepala khas Muna), yang merupakan produk ekonomi kreatif unggulan masyarakat lokal Kabupaten Muna.

Dukungan Penuh dari Aktivis Budaya

Langkah progresif yang ditunjukkan oleh jajaran Polres Muna ini menuai pujian dari Ketua Umum AMBA SULTRA (Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara). Stenly Diover ST.

Kepada media ini, Minggu (12/7/2026), Stenly sangat mengapresiasi komitmen kepolisian yang mau mengambil peran dalam mempromosikan produk-produk kearifan lokal.

Sinergi ini dinilai sangat sejalan dengan visi-misi AMBA SULTRA yang selama ini giat menyuarakan isu-isu kebudayaan di jazirah Sulawesi Tenggara.

AMBA SULTRA juga terus mengajak seluruh stakeholder, baik pemerintah, swasta, maupun aparat penegak hukum, untuk bersama-sama:

1. Mempromosikan Kampurui sebagai identitas kebanggaan daerah.

2. Membangun ekosistem budaya Sulawesi Tenggara yang berkelanjutan.

3. Mendorong Desa Liangkabori sebagai pusat wisata sejarah yang mandiri secara ekonomi melalui sektor ekonomi kreatif.

Melalui kolaborasi lintas sektor antara pegiat budaya, masyarakat desa, dan insan Bhayangkara, Desa Liangkabori diharapkan tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah peradaban masa lalu, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat Muna di masa kini. (cs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *